Perancangan dan Implementasi Mesin Pembuatan Serundeng Khas Bali pada Pengrajin Serundeng di Desa Selumbung Umum

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Udayana melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan nama “Perancangan dan Implementasi Mesin Pembuatan Serundeng Khas Bali pada Pengrajin Serundeng di Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan solusi teknologi tepat guna bagi pengrajin saur (serundeng) di UMKM Seken Saur, Desa Selumbung. Industri rumahan pengolahan saur memiliki potensi pasar yang cukup stabil karena produknya tahan lama dan banyak digunakan sebagai pelengkap makanan maupun sesajen dalam upacara keagamaan di Bali. Namun, proses produksi, khususnya penggorengan dan pengadukan, masih dilakukan secara tradisional sehingga membutuhkan tenaga fisik yang besar dan waktu yang cukup lama. Kondisi tersebut juga dapat menimbulkan risiko keselamatan kerja serta menghasilkan kualitas produk yang kurang konsisten.


Proses penggorengan dan pengadukan secara manual membutuhkan waktu sekitar 2–3 jam serta menyebabkan pengrajin terpapar panas, percikan minyak, dan keluhan otot akibat gerakan berulang. Selain itu, tingkat panas dan intensitas pengadukan yang bergantung pada kemampuan pekerja dapat mempengaruhi tingkat kekeringan, aroma, dan warna saur. Mesin penggorengan yang tersedia di pasaran sebenarnya dapat menjadi alternatif, tetapi harganya relatif mahal dan belum tentu sesuai dengan kebutuhan maupun kemampuan finansial UMKM. Oleh karena itu, tim pengabdian mengembangkan alat berbasis teknologi tepat guna yang sederhana, terjangkau, mudah digunakan, dan mampu meningkatkan efisiensi produksi. Perancangan alat dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna, proses kerja, serta risiko K3 agar solusi yang dihasilkan sesuai dengan kondisi lapangan.


Pengembangan alat dilakukan melalui tahapan observasi lapangan, identifikasi kebutuhan pengguna, pengembangan desain, pembuatan prototipe, hingga uji coba dalam proses produksi. Mesin yang dikembangkan berupa wajan penggorengan berbentuk tabung dengan pengaduk otomatis yang digerakkan oleh motor listrik berdaya rendah dan gearbox untuk menghasilkan putaran yang stabil. Pengaduk berbahan food grade dirancang untuk membantu meratakan panas dan mencegah bahan menempel pada dasar wajan, sementara pengoperasian alat dilakukan melalui panel kontrol sederhana. Dengan mekanisme tersebut, pengrajin tidak perlu lagi melakukan pengadukan secara manual selama berjam-jam sehingga beban kerja fisik dapat berkurang dan risiko produk gosong dapat diminimalkan. Setelah proses pengujian, masukan dari pengrajin digunakan sebagai dasar penyempurnaan desain agar alat semakin sesuai dengan kebutuhan produksi.


Melalui implementasi mesin ini, pengrajin diharapkan dapat menjalankan proses produksi yang lebih ringan, aman, dan efisien tanpa menghilangkan cita rasa khas saur Bali. Peningkatan konsistensi kualitas dan kapasitas produksi juga diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM Seken Saur serta mendukung pengembangan usaha. Kegiatan ini tidak hanya menyediakan alat, tetapi juga mencakup pelatihan teknis, panduan penggunaan, SOP keselamatan, dan pendampingan selama masa adaptasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengrajin dalam mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri. Kedepannya, pengembangan fitur keselamatan, efisiensi energi, dan sistem kontrol suhu dapat dilakukan untuk menyempurnakan teknologi serta mendukung penerapannya pada UMKM lainnya.