Perancangan dan Sosialisasi Mesin Pembuat Santan dengan Sistem Hidrolik di UD Narwastu Umum


Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Udayana melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Perancangan dan Sosialisasi Mesin Pembuat Santan dengan Sistem Hidrolik di UD Narwastu, Yayasan Bati, Desa Wanagiri Kauh, Selemadeg, Tabanan.” Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada 9–10 November 2024, dengan tujuan meningkatkan efisiensi proses produksi santan di UD Narwastu. UD Narwastu yang bernaung di bawah Yayasan Bati telah lama bergerak dalam pengolahan kelapa menjadi VCO (Virgin Coconut Oil) untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Namun, proses pemerasan santan yang masih dilakukan secara manual membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang cukup besar sehingga berdampak pada keterbatasan kapasitas produksi serta peningkatan biaya operasional.


Sebagai solusi terhadap permasalahan tersebut, tim pengabdian merancang dan mengimplementasikan mesin pemeras santan dengan sistem hidrolik yang memiliki tenaga besar, mudah dioperasikan, dan efisien. Sebelum pelaksanaan, dilakukan koordinasi bersama pemilik dan pimpinan UD Narwastu untuk menyampaikan tujuan kegiatan, memperoleh masukan, serta menyamakan persepsi mengenai proses pelaksanaan program. Hari pertama difokuskan pada persiapan, pengenalan lingkungan kerja, proses perakitan, dan pengujian awal mesin. Sistem hidrolik dipasang secara teliti bersama rangka utama berbahan baja anti karat food grade untuk memastikan mesin dapat beroperasi secara aman dan menghasilkan tekanan yang optimal. Setelah perakitan selesai, dilakukan pengujian secara bertahap mulai dari tanpa beban hingga beban maksimal dengan parameter berupa tekanan hidrolik, kecepatan proses, dan kualitas hasil perasan.


Hari kedua dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan mesin yang diikuti oleh 15 peserta, terdiri atas pemilik UD Narwastu, 10 karyawan produksi, dan 4 perwakilan Yayasan Bati. Materi yang diberikan mencakup pengenalan komponen mesin, prinsip kerja sistem hidrolik, prosedur pengoperasian standar, serta protokol keselamatan kerja. Peserta kemudian mengikuti demonstrasi dan praktik langsung mulai dari menghidupkan mesin, mengatur tekanan hidrolik, memasukkan bahan baku, hingga melakukan pembersihan mesin. Setiap peserta memperoleh kesempatan mengoperasikan mesin secara langsung dengan pendampingan dari tim pengabdian untuk memastikan prosedur dapat dipahami dan diterapkan dengan benar. Hasil uji coba menunjukkan bahwa proses pembuatan santan yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk 5 kg parutan kelapa dapat diselesaikan hanya dalam waktu 10 menit dengan hasil yang lebih maksimal.


Hasil akhir kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta telah memahami pengoperasian mesin dengan baik, sementara efisiensi produksi meningkat hingga 200% dibandingkan metode manual dengan kualitas santan yang lebih baik dan konsisten. Untuk mendukung keberlanjutan penggunaan teknologi, peserta juga diberikan dokumen panduan pengoperasian dan pemeliharaan mesin serta kontak tim yang dapat dihubungi apabila terdapat kendala. Program sosialisasi juga diarahkan pada pelatihan berkelanjutan terkait prosedur K3, penggunaan APD, prosedur keadaan darurat, dan pengoperasian mesin secara aman. Sebagai penutup kegiatan, tim pengabdian secara resmi menyerahkan mesin pemeras santan sistem hidrolik kepada UD Narwastu untuk digunakan dalam kegiatan produksi. Melalui penerapan teknologi tepat guna tersebut, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing UD Narwastu sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di Desa Wanagiri Kauh.