Perbaikan Tata Letak Pengolahan Sampah TPST 3R Desa Batununggul Umum

Fakultas Teknik Universitas Udayana melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa “Perbaikan Tata Letak Pengolahan Sampah TPST 3R Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung” sebagai bentuk bantuan teknis kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan permohonan dari perangkat Desa Batununggul untuk membantu mengatasi permasalahan dalam tata letak area pengolahan sampah. TPST 3R Desa Batununggul mengolah sampah organik yang berasal dari rumah tangga, warung, dan pasar tradisional menjadi produk berupa pupuk kompos. Dalam prosesnya, terdapat beberapa fasilitas seperti mesin pencacah, tempat fermentasi, dan area pengemasan yang sebelumnya ditempatkan berjauhan dan belum mengikuti alur produksi secara berurutan. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengolahan membutuhkan aktivitas angkat-angkut yang lebih banyak sehingga waktu dan tenaga yang diperlukan menjadi kurang efisien.


Perbaikan tata letak dilakukan dengan menyesuaikan posisi setiap fasilitas berdasarkan aliran proses pengolahan sampah, mulai dari sampah datang, pemilahan, pencacahan, fermentasi, hingga pengemasan produk. Tujuan utama dari penataan ulang ini adalah menciptakan tata letak pengolahan pupuk kompos yang lebih ergonomis sehingga pekerja dapat beraktivitas dengan lebih nyaman. Sebelum menentukan rancangan, tim melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi kondisi fasilitas, metode pengangkutan, luas ruang produksi, serta kapasitas sampah yang diolah setiap hari. Tim kemudian melakukan pertemuan dengan pengelola TPST 3R untuk menyamakan persepsi dan menyusun rencana perbaikan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan rancangan tata letak yang tidak hanya lebih teratur, tetapi juga mampu mengurangi perpindahan material yang tidak diperlukan.


Sampah yang dikumpulkan dari masyarakat kemudian dipilah menjadi sampah organik dan anorganik, sedangkan sampah organik kembali dipisahkan berdasarkan jenisnya sebelum diproses lebih lanjut. Sampah organik tersebut dicacah dan difermentasi selama kurang lebih dua minggu dengan proses pembalikan secara berkala agar fermentasi berlangsung secara merata. Hasil pengolahan berupa pupuk kompos dan pupuk cair telah diuji coba pada demplot kebun milik desa dan menunjukkan hasil yang cukup baik terhadap pertumbuhan tanaman. Meskipun demikian, pupuk kompos yang dihasilkan belum dipasarkan secara luas karena masih diperlukan pengujian terhadap kandungan kimianya sebagai dasar pencantuman informasi pada label kemasan. Perbaikan tata letak diharapkan dapat membuat keseluruhan proses pengolahan menjadi lebih efektif dan efisien sekaligus mendukung peningkatan nilai ekonomi produk yang dihasilkan.


Melalui kegiatan ini, pengelolaan sampah di TPST 3R Desa Batununggul diharapkan dapat dilakukan secara lebih terpadu dengan mempertimbangkan aspek teknis, ergonomi, lingkungan, dan ekonomi. Penataan fasilitas berdasarkan alur proses dapat membantu mengoptimalkan penggunaan ruang dan sumber daya sekaligus mengurangi aktivitas pemindahan material yang tidak diperlukan. Pengelolaan sampah yang lebih baik juga berpotensi menghasilkan produk bernilai jual sehingga dapat memberikan pendapatan tambahan bagi desa dan membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Saat ini TPST 3R Desa Batununggul telah melibatkan sembilan tenaga kerja yang terdiri atas empat orang pengangkut sampah dan lima orang pemilah sampah organik dan nonorganik. Dengan adanya perbaikan tata letak dan pengembangan produk, TPST 3R diharapkan dapat menjadi sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, ergonomis, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Batununggul.