Sosialisasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di TOSS Center Kabupaten Klungkung Umum

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Udayana melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Sosialisasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di TOSS Center Kabupaten Klungkung” sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan pengelolaan sampah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 21 November 2025 dengan melibatkan tim dari Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Udayana serta para pekerja di TOSS Center Kabupaten Klungkung. TOSS atau Tempat Olah Sampah Setempat merupakan salah satu inovasi Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam mengurangi volume sampah dari sumbernya sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis desa. Melalui fasilitas ini, sampah organik dan anorganik diolah melalui berbagai proses, seperti pemilahan, pencacahan, pengomposan, hingga pengolahan menjadi material yang memiliki nilai tambah. Meskipun memberikan manfaat bagi pengelolaan sampah, aktivitas tersebut juga memiliki berbagai potensi bahaya yang perlu mendapatkan perhatian melalui penerapan K3 yang tepat.


Aktivitas di TOSS Center melibatkan berbagai pekerjaan yang memiliki risiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja, mulai dari pemilahan sampah, pengoperasian mesin pencacah, penanganan sampah organik, hingga pengangkutan dan penyimpanan material. Potensi bahaya yang dapat muncul meliputi risiko luka akibat benda tajam, infeksi dari sampah organik, gangguan pernapasan akibat debu, serta kecelakaan yang berkaitan dengan pengoperasian mesin. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian operator dan masyarakat pengelola TOSS belum memiliki latar belakang industri serta pemahaman K3 yang memadai. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) juga masih terbatas, sementara penerapan SOP kerja aman dan pemeriksaan keselamatan belum dilakukan secara konsisten. Oleh karena itu, penerapan K3 tidak hanya diperlukan untuk mencegah kecelakaan kerja, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan mendukung keberlanjutan operasional TOSS Center.


Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim Pengabdian kepada Masyarakat melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Klungkung selaku pihak yang membawahi TOSS Center. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan sekaligus memperoleh masukan serta menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan program. Dalam kegiatan sosialisasi, tim memberikan edukasi mengenai peran, fungsi, dan manfaat K3 dalam aktivitas kerja sehari-hari di TOSS Center. Materi yang diberikan mencakup penggunaan APD, prosedur kerja yang aman, prosedur keadaan darurat, serta keselamatan dalam pengoperasian mesin. Pelatihan juga diarahkan agar pekerja mampu memahami dan menerapkan prosedur K3 secara benar, sehingga kesadaran terhadap keselamatan kerja dapat meningkat dalam menjalankan aktivitas pengolahan sampah.


Selain sosialisasi, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap beberapa risiko spesifik yang terdapat di lingkungan TOSS Center, termasuk risiko kebakaran akibat keberadaan gas metana dalam proses fermentasi sampah. Tim pengabdian menyerahkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan memberikan pelatihan kepada karyawan mengenai prosedur evakuasi darurat serta penggunaan peralatan pemadam kebakaran. Pada aspek keselamatan mesin, penggunaan mesin pencacah juga menjadi perhatian karena sebelumnya belum dilengkapi sistem pengaman yang memadai, sehingga diperlukan pelindung mesin, tanda peringatan, dan SOP yang lebih jelas. Pekerja juga diarahkan untuk mendapatkan pelatihan komprehensif mengenai penggunaan peralatan produksi secara aman dan sesuai prosedur. Selain itu, kondisi lingkungan kerja, beban kerja, kelelahan, penggunaan APD, sanitasi, serta prosedur kebersihan dan penanganan keadaan darurat menjadi aspek yang perlu terus dievaluasi.


Melalui kegiatan ini, diharapkan pekerja TOSS Center Kabupaten Klungkung memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya penerapan K3 dan mampu menerapkannya secara konsisten dalam aktivitas kerja. Program sosialisasi juga dirancang untuk dilanjutkan melalui pelatihan berkelanjutan, khususnya terkait prosedur darurat, penggunaan APD, serta pengoperasian mesin secara aman. Evaluasi berkala diperlukan untuk memantau efektivitas penerapan sistem K3 sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih membutuhkan perbaikan. Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan keselamatan kerja, tim pengabdian turut menyerahkan beberapa alat bantu K3 berupa APAR, masker, helm, sepatu boot, dan sarung tangan kepada TOSS Center. Dengan adanya edukasi, pendampingan, dan dukungan peralatan tersebut, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya keselamatan yang lebih baik serta menciptakan lingkungan kerja TOSS Center yang aman, sehat, dan berkelanjutan.