Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada UMKM Pengrajin Wine Salak di Desa Sibetan Umum
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Udayana melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada UMKM Pengrajin Wine Salak di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 17 Juni 2024 sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan penerapan K3 pada proses produksi wine salak di CV Dukuh Lestari. Pengolahan buah salak menjadi wine memberikan nilai tambah bagi produk pertanian lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Namun, proses produksi yang melibatkan fermentasi, bahan tambahan, serta berbagai peralatan produksi memiliki potensi risiko terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja. Oleh karena itu, penerapan K3 menjadi aspek penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus mendukung keberlanjutan usaha.
Dalam proses produksi sebelumnya, pekerja CV Dukuh Lestari masih menghadapi beberapa risiko, terutama karena paparan bahan fermentasi seperti ragi dan bahan tambahan lainnya tanpa perlindungan yang memadai. Kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko iritasi pada kulit dan mata maupun gangguan pernapasan bagi pekerja. Selain itu, kandungan alkohol dalam proses fermentasi juga menimbulkan potensi bahaya kebakaran karena sifatnya yang mudah terbakar. Penggunaan mesin seperti penggiling buah salak, tangki fermentasi, dan alat pembotolan juga sebelumnya belum dilengkapi sistem pengaman yang memadai. Melalui kegiatan pendampingan, berbagai kondisi tersebut menjadi dasar untuk meningkatkan sistem perlindungan pekerja dan penerapan prosedur kerja yang lebih aman.
Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan memberikan edukasi dan pendampingan mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penanganan bahan kimia, prosedur keadaan darurat, serta pengoperasian mesin secara aman. Sistem proteksi pekerja diperkuat melalui penyediaan sarung tangan khusus, masker dengan filter yang sesuai, dan kacamata pelindung, sementara sistem ventilasi ruang produksi juga ditingkatkan melalui pemasangan exhaust fan industrial. Untuk mengantisipasi risiko kebakaran, dilakukan pemasangan alarm kebakaran dan penempatan APAR pada titik-titik strategis di area produksi. Para karyawan juga diberikan pelatihan mengenai prosedur evakuasi darurat dan penggunaan peralatan pemadam kebakaran. Selain itu, pelindung mesin dan tanda peringatan dipasang pada peralatan produksi serta dikembangkan Standard Operating Procedure (SOP) untuk mendukung pengoperasian mesin secara aman.
Melalui kegiatan ini, seluruh pekerja diharapkan mampu memahami dan menerapkan prosedur K3 secara benar dalam aktivitas produksi sehari-hari. Program sosialisasi juga diarahkan pada pelatihan berkelanjutan yang mencakup penanganan bahan kimia, prosedur darurat, penggunaan APD, dan pengoperasian mesin yang aman. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memantau efektivitas penerapan sistem K3 serta mengidentifikasi aspek yang masih membutuhkan perbaikan. Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian turut menyerahkan beberapa alat bantu K3 berupa APAR, masker, dan sarung tangan kepada CV Dukuh Lestari. Dengan adanya edukasi, pendampingan, dan dukungan peralatan tersebut, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat sekaligus mendukung keberlanjutan usaha wine salak di Desa Sibetan.

FAKULTAS TEKNIK